Sejarah Info Loker Jabar

Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar ke-empat di dunia, yaitu sekitar 268.074.600 populasi atau 3.51% dari penduduk dunia pada 1 Juli 2019 Data ini berasal dari CIA World Factbook. Hal ini tentunya negara Indonesia dihadapkan dengan banyak permasalahan dan salah satunya adalah tentang lapangan pekerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) merupakan indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja (BPS, Februari 2020). Terbukti Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada bulan Februari 2020 meningkat jadi 6,88 juta orang yang sebelumnya 6,82 juta orang pada tahun 2019.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) laki-laki sebesar 5.21%, lebih tinggi dari TPT perempuan yang sebesar 4.66% , apabila dilihat dari tingkat pendidikan maka TPT Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih yang paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain 8.49%, sedangkan TPT terendah adalah pada jenjang pendidikan SD ke bawah 2.64% (BPS, Februari 2020)  .

Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak di Indonesia dengan menempati urutan pertama. Berdasarkan data BPS, Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah penduduk 49.316.712 jiwa. Dengan jumlah penduduk berjenis kelamin laki-laki sebanyak 24.962.701 jiwa dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 24.354.011 jiwa. Pada bulan Februari 2020, provinsi jawa barat mempunyai jumlah pengangguran terbuka tertinggi kedua di Indonesia setelah Provinsi Banten. Sebesar 7.69% dari total pengangguran terbuka di Indonesia berada di Jawa Barat (BPS Jawa Barat, 2020). Data tingkat  pengangguran terbuka ini belum mencakup dampak pandemi Covid-19. Sebab kasus terkonfirmasi positif pertama Covid-19 baru mencuat pada 2 Maret 2020.

        Ada beberapa faktor penyebab terjadinya Tingkat pengangguran antaranya adalah pelamar masih menggunakan cara-cara konvensional, dengan mendatangi perusahaan ataupun Dinas Tenaga Kerja untuk melihat papan pengumuman lowongan kerja, melakukan pencarian di media cetak seperti koran,brosur, ataupun informasi secara lisan. Proses tersebut memiliki kekurangan karena pelamar harus mendatangi perusahaan-perusahaan tersebut dengan membawa surat lamaran dan persyaratan lainya, proses tersebut tidak efisien sebab memerlukan waktu dan biaya yang cukup banyak.  Sedangkan banyak informasi di media sosial yang tidak terintegritasi dari Dinas ataupun perusahaan terkait, sehingga tidak sedikit pelamar mengalami penipuan.

Upaya tindakan preventif harus diutamakan agar tingkat pengangguran terbuka dapat diminimalkan. Solusinya terdapat beberapa kegiatan yaitu kegiatan fisik (technical measures) maupun kegiatan non-fisik (non-technical measures). Penanganan secara fisik (technical measures) yakni dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan untuk calon tenaga kerja. Sedangkan kegiatan penanganan secara non-fisik (non-technical measures) dilakukan sosialisasi informasi lowongan pekerjaan.

Oleh karena itu perlu adanya sistem informasi lowongan kerja yang berbasis teknologi sehingga penyampaian informasi lowongan kerja