Rumus Excel yg wajib dikuasai jika ingin menjadi seorang admin

administrasi perkantoran ialah kegiatan yang berhubungan langsung dengan sistem administrasi dalam ruang lingkup di perkantoran. Sistem manajemen dalam sebuah ruang lingkup di perkantoran ini salah satu bagian dari manajemen yang memberikan informasi sesuai dengan bidang administrasi yang dibutuhkan guna menunjang bekerjanya suatu kegiatan dengan efektif.

Berikut adalah rumus excel dasar yang wajib dikuasai oleh admin perkantoran :

Rumus SUM dan IF

Rumus dasar excel pertama yang harus kamu kuasai adalah SUM dan IF. SUM ini fungsinya untuk penjumlahan dari sekumpulan angka. Sedangkan IF fungsi logika yang dimana mengambil salah satu dari dua nilai dalam kondisi.

SUM ini digunakan oleh admin untuk menjumlahkan (pertambahan dan pengurangan) pengelompokan angka agar lebih cepat dan efisien. Kalau fungsi IF ini lebih mengarah mengelola angka agar dapat dikatakan valid.

Hal ini pastinya penting untuk kamu yang ingin berkarir di dunia administrasi. Namun, pastinya kamu harus mengetahui rumus dasar dan contohnya agar dapat mengimplementasi hal tersebut.

 

SUM IF
Rumus Sum(number1,[number2],..] IF(logical_test,[value_if_true],[value_if_false])
Contoh =sum(2,3,5,6,11) > 27 =sum(a1,a2) =IF(2<3,”Benar”,”Salah”) > “Benar” =IF(2>3,”Benar”,”Salah”) > “Salah”

 

Rumus MAX dan MIN

Rumus dasar excel selanjutnya adalah MAX dan MIN. Ini sangat penting untuk berkarir menjadi admin karena akan memudahkan dalam mengelola angka yang akan digunakan oleh manajer dan stakeholder dalam mengambil keputusan.

Rumus MAX ini menitikberatkan kepada potensi angka yang tertinggi pada suatu data. Sebaliknya Rumus MIN lebih mengarahkan kamu untuk mencari data yang terendah. 

Contoh penerapannya tergantung dari jenis perusahaan. Kamu yang ingin berkarir menjadi Admin bisa mencobanya agar kamu terbiasa dalam mengelola sebuah angka agar lebih efektif dalam melaksanakan pekerjaan.

 

MAX MIN
Rumus =MAX(Angka1;Angka2;…) =MIN(Angka1;Angka2;…)
Contoh =MAX(B4:B9) =MIN(B3:B9)

 

Rumus COUNT dan AVERAGE

Dalam menghitung angka serta statistika yang lainnya. Excel sangat memudahkan kamu dalam melakukan hal tersebut. Ini dikarenakan dua fungsi excel yang sering digunakan oleh admin.

COUNT dan AVERAGE adalah salah satu rumus dasar yang sangat numerikal. Jadi ini bisa digunakan untuk menghitung jumlah data yang ada di beberapa cell.

COUNT lebih condong menghitung banyaknya pemilik atau kemunculan data tersebut, berbeda dengan SUM yang menghitung jumlah total nilai. Sedangkan AVERAGE fungsinya untuk menghitung rata-rata nilai pada suatu kelompok.

 

COUNT AVERAGE
Rumus count(value1,[value2],..] AVERAGE(angka1, [angka2],…) 
Contoh =count(a1:a10) =AVERAGE(a1,a2,a3)

 

Rumus UPPER dan LOWER

Tidak hanya untuk mengelola sebuah data, seorang admin harus dapat mengelola data tersebut agar dapat dibaca dengan baik. Salah satu rumusnya adalah dengan menggunakan UPPER dan LOWER.

UPPER ini rumus yang dimana kamu dapat mengkonversikan semua karakter teks ke dalam huruf besar. Sebaliknya LOWER ini lebih mengarahkan semua karakter teks ke dalam huruf kecil.

Pastinya dengan kedua rumus dasar excel tersebut akan mempengaruhi pengelolaan dalam menyusun teks yang benar. Sehingga hal ini dapat memudahkan kamu dalam bekerja dan mengefisienkan waktu pengerjaan.

UPPER LOWER
Rumus Upper(text) lower(text)
Contoh upper(“saya belajar excel di kelas.work”) > SAYA BELAJAR EXCEL DI KELAS.WORK =lower(“Jangan Lupa menggosok Gigi”) > jangan lupa menggosok gigi

 

Rumus VLOOKUP dan HLOOKUP

Tugas admin tidak hanya sebatas dalam menyiapkan dan menyajikan data saja. Kamu juga akan mengelola dan menganalisis data tersebut agar relevan dengan kondisi perusahaan.

VLOOKUP dan HLOOKUP adalah rumus dasar excel yang akan kamu sering temui. VLOOKUP adalah rumus dasar excel untuk mencari data secara vertikal. Sedangkan HLOOKUP merupakan rumus dasar untuk mencari data yang dilakukan secara horizontal.

Hal ini ditunjukan agar data tersebut mudah dipahami oleh para pembaca sehingga mudah diinterpretasikan. Ini juga sangat penting agar kamu dapat menganalisa kesalahan dan penempatan agar dapat direvisi dengan baik.

 

VLOOKUP HLOOKUP
Rumus vlookup(lookup_value,lookup_array,[match_type]) hlookup(lookup_value;table_array;row_index_num;[range_lookup])
Contoh =vlookup(“Supri”,A1:C11,3,0) =hlookup(A2,D3:I6,2,FALSE)

 

Rumus ROUND

Apabila kamu ingin membulatkan angka dengan pasti agar tidak ada multitafsir, kamu bisa menggunakan rumus ROUND. Rumus yang satu ini sering digunakan oleh admin agar mereka dapat menyajikan data dengan sesuai dan selaras.

Rumus ROUND ini menghasilkan proses pembulatan desimal dengan detail dan sesuai dengan preferensi kamu. Ini bisa menjadi salah satu indikator yang baik dalam pemecahan suatu masalah oleh para stakeholder.

Kamu juga akan lebih terstruktur dalam mengelola angka. Sehingga tabel dan data kamu akan terbaca dengan baik dan sesuai dengan kriteria yang diinginkan.

 

Round
Rumus round(number,num_digit)
Contoh =round(12:3456789,2)

 

Rumus IFERROR dan INDEX

Setelah menyajikan, mengelola, dan menganalisis data. Kamu juga harus melakukan report untuk kebutuhan perusahaan. Salah satunya dengan menggunakan rumus IFERROR dan INDEX.

Kedua rumus ini sangat berperan penting dalam mengelola data yang akan dilaporkan kepada manajer atau stakeholder. IFERROR digunakan untuk menyembunyikan atau menghilangkan data yang error.

Sedangkan INDEX merupakan rumus dasar excel untuk mengambil data secara horizontal maupun vertikal berdasarkan kolom dan baris sebuah tabel atau range data. Ini ditujukan untuk kamu agar dapat menyajikan laporan secara struktural.

IFERROR INDEX
Rumus IFFEROR(value;value_if_error) INDEX(reference,rum_num,[column_num],[area_num])
Contoh =IFERRIOR(C6;”Rumus Salah’) =INDEX(C3;E10,5,2)

 Pivot Table

Pivot Table adalah alat yang ampuh untuk menghitung, meringkas, dan menganalisis data yang memungkinkan melihat perbandingan, pola, dan tren dalam data. Pivot Table bekerja sedikit berbeda tergantung pada platform kamu menjalankan Excel.

Cara menggunakan Pivot Table :

  1. Pilih sel yang ingin kamu buatkan Pivot Table-nya.
  2. Pilih Sisipkan > Pivot Table.
  3. Ini akan membuat Pivot Table berdasarkan tabel atau rentang yang sudah ada.
  4. Pilih Lembar Kerja Baru untuk menempatkan Pivot Table di lembar kerja baru atau Lembar Kerja yang Ada dan pilih di mana kamu ingin Pivot Table baru
  5. Klik “OK”.